Mungkin hanya cinta saja yang bakal selamat di perjalanan menuju kegaduhan. Yupp..only love will survive. Gak percaya? Apa yang bertahan kala sebuah pertengkaran terjadi? cinta! Apa yang membuat seorang ayah selalu kembali ke rumah kecil yang hangat? cinta!
Yupp..cinta jugalah yang membuat kami bertahan menghadapi kerikil yang sering menghadang langkah kami. Bertiga bergandengan tangan, tanpa lelah terus mencoba mencari kebahagiaan sejati.
Tak ada gading yang tak retak, saya percaya itu. Seperti tiga bulan perjalanan pernikahan kami. Berantem, ribut, bercanda, menangis bahkan terkadang menangis lalu tertawa. Hal yang biasa. Saya sering melemparkan masalah untuk soulmate saya. Sebetulnya hanya untuk mengetahui sifat aslinya. Maklum, kami meniti hari tanpa merajut kasih sebelumnya.
Buat saya, kebahagiaan Elang kecil saya di atas segalanya. Dan Jagoan saya menginginkan ayah. Here we are...detik demi detik, bahkan hari demi hari, kami saling belajar. Dan berharap agar kami segera bisa menyesuaikan diri. Semangat itu tak lepas dari nafas kami..
Saya, pribadi yang terkadang berkepala batu (gak hanya satu orang yang mengatakan itu..hehehehee) dan soulmate saya juga..keras.Pertengkaran itu selalu berakhir dengan pelukan. Air mata kami menetes di atas bantal, tetapi kami tersenyum. Pertengkaran demi pertengkaran justru membuat kami kian dekat.
Duhai Pemilik Segala Cinta...ajari kami untuk mencintai dengan sederhana. Apa adanya...bukan cinta yang serba indah. Biarkan kami belajar untuk mengerti, bahwa cinta juga penuh dengan sayap berduri. Yang membuat kami luka tetapi belajar mengobati.
Sayang...lagu cinta kita sumbang tapi tetap dalam temponya. Koor yang kita bangun juga masih fals..biarlah Elang menari dengan lagu sumbang kita. I hope..love will guide us back to our home
Selasa, 27 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar